Contact Us Are you PROTECTED?

Contact Us

For more information detail.

Are you PROTECTED?

Find the solution in Indo Firex Expo & Forum

280 Gedung Tinggi di Jakarta Tak Penuhi Sistem Proteksi Kebakaran

Jakarta – Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subedjo mengatakan dari total 897 gedung atau bangunan tinggi di Jakarta, ada 280 bangunan tinggi yang belum memenuhi sistem proteksi kebakaran. Sedangkan sisanya, 617 bangunan tinggi sudah memenuhi sistem tersebut.

Hal itu disampaikan Subedjo dalam acara Publik Lecture Fire Risk Managenemt di Kampus Pascasarjana Universitas Pelita Harapan, Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis (13/12) malam.

Menurutnya, jumlah bangunan tinggi yang belum memenuhi sistem proteksi kebakaran cukup tinggi dan sangat membahayakan orang-orang yang menghuni bangunan tersebut setiap harinya.

“Pada pengelola ratusan bangunan ini, kita sudah berikan pembinaan. Kta periksa, kita ingatkan, bahkan sampai kita berikan stiker merah besar di gedung itu. Dengan tulisan, gedung ini tidak memenuhi standar kebakaran,” katanya.

Dengan penempelan stiker merah tersebut, cukup efektif untuk membuat teguran keras. Apalagi bagi bangunan berbentuk apartemen, hotel atau perkantoran. Ketika ditempelkan stiker tersebut, pengelolanya akan tertampar keras, penghuninya bisa marah karena keteledoran pengelola gedung.

“Namun, bila pengelola gedung masih tidak mempunyai itikad baik untuk memenuhi syarat sisten standar proteksi kebakaran yang telah ditetapkan dalam sebuah bangunan tinggi, maka, kami bisa mengajukan pengelola tersebut ke pengadilan. Kita bisa berikan sanksi hukum. Ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 8 tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran,” terangnya.

Tidak hanya menyediakan sistem proteksi kebakaran, lanjutnya, setiap tahun, pengelola atau pemilik gedung harus melakukan pemeliharan seluruh peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran di bangunannya. Seperti hidran air, sprinkle dan tabung gas kebakaran.

Untuk itu, pihaknya mengeluarkan Sertifikat Keselamatan Kebakaran (SKK) bagi bangunan tinggi yang telah melakukan pemeliharaan. Sertifikat ini diperpanjang setiap tahunnya. Dan menjadi persyaratan mengajukan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) ketika mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kalau kita tidak memberikan SKK, maka SLF tidak akan dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Terpadu (PM-PTSP) DKI,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com
© 2017 Indo Firex Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama