Contact Us Are you PROTECTED?

Contact Us

For more information detail.

Are you PROTECTED?

Find the solution in Indo Firex Expo & Forum

Gedung Bertingkat Wajib Rekrut Fire Safety Manager

Selasa, 1 November 2016

Jakarta - Dengan terbitnya, Peraturan Gubernur (Pergub) DKI No. 143 tahun 2016 tentang Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Lingkungan, maka setiap gedung bertingkat yang memiliki penghuni minimal 500 orang wajib merekrut Fire Safety Manager atau Penyelia Keamanan Kebakaran.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Subedjo mengatakan pihaknya kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk mengaudit gedung-gedung terkait penyediaan fasilitas bencana kebakaran.

"Karena itu, Pemprov DKI mengeluarkan Pergub No. 173 Tahun 2016. Dalam Pergub ini diatur mengenai kewajiban pengelola gedung yang memiliki penghuni minimal 500 orang harus dan wajib merekrut fire safety manager," kata Subedjo yang ditemui dalam acara sosialisasi Pengembangan Sistem Kebakaran dan Perlengkapan Kebutuhan Kebakaran di Indonesianyang digelar PT Tecs Global Sinergi Indonesia di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (1/11).

Fire safety manager, lanjutnya, merupakan orang-orang yang telah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Lembaga Diklat Profesi (LDP). Mereka akan menerima sertifikat sebagai fire safety manager setelah lulus ujian yang digelar LDP. Sertifikat akan dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Selanjutnya sertifikat tersebut didaftarkan ke Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI.

Saat ini, di Jakarta, baru ada empat LDP yang menyelenggarakan pendidikan dan latihan (diklat) untuk fire safety manager. salah satunya, Dinas Penanggulangan Kebakarab dan Penyelamatan DKI.

"Kita berharap banyak lembaga yang bergerak di bidang kebakaran dan penyelamatan bisa menjadi LDP. Sehingga akan ada banyak manajer atau pengelola gedung yang bisa dilatih menjadi fire safety manager. Termasuk PT TECS kalau mau juga bisa menjadi LDP," ujarnya.

Fire safety manager yang sudah memiliki sertifkat terdaftar di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI nantinya bisa melakukan audit gedung sendiri terkait penyediaan fasilitas penanggulangan kebakaran.

Nanti hasil audit gedung tersebut dilaporkan secara berkala kepada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI.

"SDM kita kan terbatas. Enggak sebanding dengan jumlah gedung bertingkat yang ratusan di Jakarta. Karena itu, harus ada fire safety manager di setiap gedung. Karena mereka harus mengaudit bangunannya sendiri. Lalu hasil auditnya akan dilaporkan ke kami," paparnya.

General Manager PT TECS Global Sinergi Indonesia, Jamal Saini mengatakan untuk mendukung terbitnya Pergub No143 Tahun 2016, PT Tecs menggelar acara Sosialisasi Implementasi Manajemen Kebakaran Gedung.

Hal ini penting dilakukan, mengingat Kota Jakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan tingkat kebakaran yang tinggi. Sampai pada 15 Spetember 2016, sudah terjadi 845 kejadian kebakaran dengan total kerugian sebesar Rp 173.716.100.000.

Tingkat kebakaran yang tinggi ini mendorong Pemprov DKI untuk menerbitkan Pergub tersebut. Peraturan yang merupakan turunan dari Perda 08 tahun 2008 tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran tersebut terdiri dari 53 pasal ini ditetapkan pada tanggal 14 Juli 2016 lalu.

"Yang menarik, peraturan ini mewajibkan setiap gedung yang memiliki penghuni minimal 500 untuk dapat merekrut fire safety manager. Nah disinilah yang menjadi masalah. Pasalnya masih banyak gedung di Jakarta yang belum memiliki standar proteksi kebakaran yang memadai. Ini terjadi baik di gedung milik pemerintah ataupun swasta," kata Jamal.

Untuk membantu pemahaman menajemen pengelola gedung terkait terbitnya regulasi baru tersebut, lanjutnya, maka perusahaannya yang bergerak di bidang kesehatan dan keselamatan kerja ini menggelar acara sosialisasi.

Karena aturan baru ini, memaksa pengelola gedung untuk merekrut fire safety manager. Sehingga mau tak mau, mereka dipaksa untuk lebih memprioritaskan pemenuhan standar keamanan gedung dari bahaya kebakaran dengan.

"Jadi pembentukan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) adalah sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pengelola gedung. Pasalnya melalui kewajiban pembentukan MKKG, manajemen pengelola gedung “dipaksa” untuk menyiapkan SDM yang terampil dan tersertifikasi sehingga terampil dalam upaya meminimalisir bahaya kebakaran di gedungnya masing-masing," terangnya.

Dalam kondisi lalulintas Jakarta yang sering dilanda kemacetan, para pengelola gedung tidak boleh lagi menggantungkan diri kepada kehadiran petugas pemadam kebakaran. Karena itu sangat penting bagi pengelola gedung memiliki MKKG yang SDM sudah terampil menjinakkan kebakaran karena sebelumnya sudah pernah mengikuti pelatihan Emergency Response Team (ERT).

“Jangan lupa kebakaran disebuah gedung pada awalnya selalu dimulai dari api yang kecil. Karena itu agar tidak membesar, sangat dibutuhkan SDM yang terampil dan tenang mengatasi kebakaran tersebut sebelum petugas pemadam kebakaran hadir membantu. Dengan demikian kebakaran tidak meluas dan nilai kerugian bisa ditekan,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
© 2017 Indo Firex Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama