Contact Us Are you PROTECTED?

Contact Us

For more information detail.

Are you PROTECTED?

Find the solution in Indo Firex Expo & Forum

Pemilik Gedung Bangunan Masih Menyepelekan Proteksi Kebakaran

Wed, 20 Mar 2019

SEMARANG, suaramerdeka.com - Selama ini, masih banyak pemilik bangunan gedung yang kurang peduli atau menyepelekan keberadaan proteksi kebakaran dan penanganan keselamatannya. Hampir seluruh bangunan gedung di Kota Semarang belum memiliki proteksi kebakaran sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Untuk itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang berencana untuk mengajukan revisi Perda Kota Semarang Nomor 2 Tahun 1994 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dalam Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang. Tujuannya, agar penegakan aturan tentang proteksi kebakaran bagi bangunan gedung yang tidak berproteksi kebakaran, dapat berlangsung maksimal.

''Revisi Perda akan membuat pemilik bangunan gedung diharuskan melengkapi proteksi kebakaran dengan tabung Alat Pemadam Api Ringan (Apar), alarm kebakaran, detektor asap atau panas dan detektor ion, dan sprinkle. Selain itu juga harus memiliki pompa hidran, baik yang berjenis jockey pump, min pump, mau pun diesel pump, dan bak tandon hidran. Bak harus berkapasitas 170 meter kubik untuk pemadaman awal berjangka waktu 45 menit,'' ujar Kasie Inspeksi pada Damkar Kota Semarang, Soeharto, usai perayaan HUT Damkar yang ke-100, Rabu (20/3).

Selama ini, kata dia, hampir seluruh bangunan gedung, hotel, dan pabrik di Kota Semarang hanya diterbitkan surat keterangan saja terkait proteksi kebakaran. Bangunan yang ada jika diberi penilaian, ungkap dia, masih di bawah nilai 70 karena banyak yang tidak memenuhi syarat proteksi kebakaran dan penanganan keselamatannya.

''Padahal, kami sudah sering memberikan petunjuk kepada pemilik gedung pada saat pembangunannya, agar melengkapi proteksi kebakaran. Setiap bangunan memiliki proteksi kebakaran yang berbeda-beda, sesuai luas bangunannya. Jika lebih dari 1.000 meter persegi maka harus dilengkapi dengan hidran dan sprinkle. Kurang dari luasan itu, hanya perlengkapan proteksi kebakaran lainnya, di luar hidran dan sprinkle,'' papar dia.

Soeharto turut menyampaikan, revisi Perda juga akan menguatkan aturan untuk pemberian sanksi kepada pemilik bangunan gedung bila tidak memiliki proteksi kebakaran sesuai standar. Sanksi yang diberikan berupa pemasangan stiker berhenti operasi dan denda Rp50 juta.

''Aturan detail terkait ini ada pada Permen PU Nomor 26 Tahun 2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Namun akan lebih kuat jika ditunjang dengan keberadaan Perda, yang saat ini tengah diajukan untuk direvisi,'' tambah dia.

Pada kesempatan tersebut, Damkar juga menyerahkan Surat Keterangan Layak Operasi (SKLO) kepada PT Arga Mukti Pratama selaku pengelola bangunan gedung Plaza Simpang Lima, karena telah memenuhi syarat proteksi kebakaran. Baik jumlah dan fungsinya perlengkapannya, sesuai ketentuan yang berlaku.

''Ini merupakan pemberian penghargaan yang pertama kalinya dalam rangka HUT Damkar. Selain itu, kami juga meraih runner up lomba Damkar National Skill Competition 2019 yang diselenggarakan di Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu. Penghargaan diberikan untuk kategori Hose Laying. Yakni teknik pemadaman dan penyelamatan korban di ketinggian atau gedung bertingkat,'' ucap dia.

Ada pun bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) perayaan HUT Damkar yang ke-100 yaitu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Agus Harmunanto, mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang berhalangan hadir karena ada tugas di lain tempat. Dihadiri perwakilan satuan unit kerja OPD di Kota Semarang, Kodim 0733 BS/Semarang, dan Polrestabes Semarang. Selain itu, pemilik dan pengelola bangunan gedung di Kota Semarang, yang meliputi hotel, pabrik, mau pun kantor BUMN dan BUMD.

Pada kesempatan tersebut, anggota Damkar Kota Semarang turut menunjukkan ketrampilannya dalam simulasi pemadaman unit mobil yang terbakar serta penyelamatan pengendaranya yang mengalami kecelakaan. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan hadiah lomba yang diikuti internal anggota Damkar Kota Semarang. Seperti lomba ketangkasan, yel-yel, pemakaian Alat Pelindung Diri (APD), Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan tarik tambang.

© 2017 Indo Firex Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama